Gambaran klinis penyakit demam tifoid sangat bervariasi dari hanya sebagai penyakit ringan yang tidak terdiagnosis, sampai gambaran penyakit yang khas dengan komplikasi dan kematian. Hal ini mungkin menyebabkan seorang ahli yang sudah berpengalamanpun dapat mengalami kesulitan dalam menegakkan diagnosis demam tifoid apabila hanya berdasarkan gambaran klinis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mikrobiologi tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Tes ideal untuk suatu pemeriksaan laboratorium seharusnya bersifat sensitif, spesifik, dan cepat diketahui hasilnya. Pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis demam tifoid yang ada sampai saat ini adalah dengan metode konvensional, yaitu kultur kuman dan uji serologi Widal serta metode non-konvensional, yaitu antara lain Poly-merase Chain Reaction (PCR), Enzyme Immunoassay Dot (EIA), dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA).
Showing posts with label Serologi. Show all posts
Showing posts with label Serologi. Show all posts
Monday, August 6, 2012
Thursday, January 26, 2012
Pemeriksaan VDRL
Untuk mendeteksi adanya antibody non-treponema (Reagin)
Prinsip pemeriksaan
Pada penderita sifilis akan terbentuk antibody yang terjadi sebagai reaksi terhadap bahan-bahan yang dilepaskan karena kerusakan sel-sel antibody tersebut disebut regain
Regain dalam serum penderita akan berflokulasi bila ditambahkan kardiolipin yaitu antigen yang berasal dari ekstraksi hati sapi.
Wednesday, January 25, 2012
Pemeriksaan Widal
- Prinsip
Reaksi aglutinasi, yaitu ikatan antigen yang melekat pada permukaan partikel / sel (insoluble) dengan antibodi spesifik yang diamati sebagai gumpalan (clumping). - Tujuan
Untuk mengetahui adanya antibodi spesifik terhadap bakteri Salmonella - Alat dan Bahan· Bahan pemeriksaan : serum· Tabung reaksi : 10
Subscribe to:
Posts (Atom)